Using Git Like A Boss
Thu Jul 24, 2014 · 512 words

Kalau kamu belum menggunakannya sekarang, kamu harus mulai menggunakan version control segera. Saya gak akan membahas topik ini, karena sudah cukup banyak bahan bacaan bagus yang menjelaskan alasan dibalik statement tersebut.

Topik yang ingin saya bicarakan kali ini adalah tentang "bossing your Git", dan mengapa hal ini cukup penting.

Kalau kamu masih menghindar untuk memahami arsitektur dibalik version control ini, kemumgkinan besar kamu belum mempergunakan git dengan kemampuan sepenuhnya.

Topik ini bukan tentang "Kalau kamu gak pake CLI, kamu belum melakukannya dengan benar". Silahkan saja menggunakan GUI, karena saya juga dahulu menggunakan GUI (ketika masih menggunakan version control SVN dengan Tortoise SVN, dan sekarang menggunakan git). Terkadang saya menggunakan gitk untuk melihat apa yang telah saya kerjakan dalam perspektif yang lebih luas.

Topik ini adalah apa yang terjadi ketika kamu memencet tombol Sync di GUI kamu. Sehingga ketika terjadi sesuatu yang tidak diduga, kamu dapat memiliki perkiraan apa penyebab permasalahan tersebut dan dapat menyelesaikannya, dan atau bertanya kepada yang lebih tahu.

Sebagian pengguna version control adalah frontend developer atau web designer yang merupakan orang yang sangat "visual" dalam artian senang menggunakan sesuatu yang memiliki tampilan indah. Ini bukan kritik atau larangan, tapi saya tidak melihat alasan untuk tidak memahami version controlnya sendiri. Kamu tidak perlu tahu semuanya, tapi pemahaman sederhana ketika mengeksekusi perintah merupakan kunci untuk menggunakan tools yang kamu gunakan saat ini dengan lebih baik lagi.

Sebagian besar Git GUI memiliki fungsionalitas seperti commit, browsing log, melihat differensial, dll. Permasalahan dimulai ketika

Ketika terjadi kecelakaan, recovery oleh aplikasi GUI umumnya kurang baik. Bagi mereka yang tidak memahami version controlnya, mereka menganggap pekerjaan mereka telah hilang dan mulai panik. Jika mereka menggunakan Git atau version control modern lainnya, sangatlah sulit untuk kehilangan hasil yang telah dikerjakan, asalkan sudah pernah di-commit dan index file tidak rusak.

Menurut saya Git-CLI adalah cara termudah untuk melakukan pekerjaan ini. GUI membungkus beberapa proses dalam 1 tombol, jika salah satu proses tidak berjalan dengan baik, akan sangat sulit untuk merecovery nya. Bagi user awam yang menghindari CLI, ini akan melukai ekspektasi yang mereka harapkan dari aplikasi GUI itu sendiri.

Git CLI dan GUI sebenarnya sama-sama client Git. Keduanya memproses index file yang sama, dan juga memiliki fitur umum yang sama. Walau pada akhirnya CLI memiliki fitur yang lebih banyak dibandingkan GUI.

Akan tetapi saya sendiri tidak terkejut ketika banyak orang lebih memilih GUI dan menghindari CLI. Hingga post ini ditulis, sudah ada 146 perintah di Git CLI. Apakah git GUI sudah memiliki perintah sebanyak itu ? Walau kemampuan menggunakan git saya tidak seahli Linus Torvalds sang pencipta Git, saya menimbang diri saya cukup mahir dalam menggunakan git. Setidaknya saya mampu menggunakan 20 perintah diluar kepala, untuk pekerjaan saya sehari-hari. Yang terpenting adalah memahami bagaimana distributed version control, staging, committing, pushing, pulling, merging dan rebasing bekerja, sisanya cukup mudah untuk dipahami.

Bahan bacaan yang saya anjurkan:


back · he thought · he could · so he did · main